TV Online Indonesia

Kumpulan Puisi Tentang Cinta Yang Romantis Pendek Buat Pacar Tersayang

Puisi Cinta Romantis - “Everything about Love” mungkin saja kalimat itu sangat layak untuk jadikan puisi atau juga sebagai karya tulis yang tidak dapat terlepas dari tema cinta, puisi cinta masih tetap jadi karya tulis yang masih banyak di jumpai sampai saat ini, terlebih untuk golongan remaja, puisi cinta jadi satu diantara langkah untuk mencurahkan seluruh perasaannya untuk sang kekasih.

Sepanjang menulis artikel ini saya terasa memperoleh peluang yang langka untuk mencari kembali apakah itu cinta serta bisa menuangkan didalam suatu situs (blog). Puisi Cinta memanglah seperti apa yang di sampaikan oleh beberapa filosof serta pujangga, cinta yaitu satu enigma atau teka- teki yang demikian pelik untuk di pecahkan.

Untuk sobat yang telah mengetahui cinta, tak tahu itu bahagia ataupun sedih, sebaiknya kita meluapkan perasaan kita melalui puisi-puisi cinta yang penuh arti di dalamnya. Oleh karena itu Beulekok juga sebagai media situs penggemar bhs mempersilahkan untuk sobat penggemar bhs yang tengah mencari kumpulan puisi cinta dapat segera lihat serta di baca dibawah ini.

Puisi Cinta

Kini aku sadari,
betapa kau berarti,
cinta kasih sayang-Mu yang suci,
yang Kau berikan kepadaku selama ini..

Bunga cinta dihati,
ku jaga ku sirami
tak mungkin ku lupakan diri-Mu,
bagiku Engkau abadi..

Tulusnya kasih-Mu,
murninya cinta-Mu,
membuat aku terharu,
namun Kaupun tau siapa diriku,
tak pantas aku disisi-Mu..

Cintaku pada-Mu,
dan kasih sayang ku,
tak sebesar cinta kasih-Mu,
yang selalu ku rasa,
dan menggetar dada,
Kau tak pernah sirna dijiwa..

Lelaplah Cinta
Belengu dan irama telah merekayasa rasa
Dalam harmoni yang terikat pada satu janji
Meminangmu dalam kening dan ibadah suci
Teriring warna pelangi dan ilalang bernyanyi

Teruntuk dirimu ini puisi
Syair sederhana yang kutulis kala pagi
Pada sisa setiap hela nafas ini

Semburat purnama
Batinku memuji
Walaupun batinmu menguji
Naungi rindu direlung sepi
Untuk kau Erlik Citra Budiarti

Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,

Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?

Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku

Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.

Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.

Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?




 Aku Bicara Perihal Cinta


Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu,
dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.

Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu,
dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu,
kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu,
kalau kaututupi ketelanjanganmu,
dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,
dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki;
Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata,
TUHAN ada di dalam hatiku,
tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati TUHAN”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
sebab cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan,
dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu,
dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Baru segitu yang bisa admin bagikan untuk anda dan berharap blog ini bisa bermanfaat untuk para teman-teman pembaca. Semoga teman-teman terus bersemangat untuk mencari dan menyebarkan virus virus Cinta di dalam kehidupan ini.

Kumpulan Puisi Tentang Cinta Yang Romantis Pendek Buat Pacar Tersayang

Share this